Kekuatan Tempur Amerika Serikat (USA Military Strength) [Nomor 1 di dunia/Number 1 in the world]
Total Penduduk (Total Population) : 316.668.567
Tentara yang tersedia (Available Manpower) : 145.212.012
Mencapai usia militer setiap tahunnya (Reaching Military Age Annually) : 4.217.412
Personil Garis Depan Aktif (Active Frontline Personnel) : 1.430.000
Personil Cadangan Aktif (Active Reserve Personnel) : 850.880
Tank : 8.325
Armored Fighting Vehicles (AFVs) : 25.782
Self Propelled Guns (SPGs) : 1.934
Artillery : 1.791
Multiple Launch Rocket Systems (MLRSs) : 1.330
Total Aircrafts : 13.683
Fighter Aircrafts : 2.271
Fixed Wing Attack Aircrafts : 2.601
Transport Aircrafts : 5.222
Trainer Aircrafts : 2.745
Helicopters : 6.012
Attack Helicopters : 914
Total Kekuatan Angkatan Laut (Total Naval Strength) : 473
Kapal Induk (Aircraft Carriers) : 10
Frigates : 15
Destroyers : 62
Corvettes : 0
Submarine : 72
Coastal Defense Craft : 13
Mine Warfare : 13
Produksi Minyak (Oil Production ) : 8.500.000 bbl/day
Konsumsi Minyak (Oil Consumption) : 19.000.000 bbl/day
Cadangan Minyak (Proven Oil Reserves) : 20.680.000.000 bbl/day
Tenaga Kerja (Labour Force) : 155.000.000
Kekuatan Perdagangan Laut (Merchant Marine Strength) : 393
Pelabuhan Utama dan Terminal (Major Ports and Terminals) : 24
Jalan (Roadway Coverage) : 6.586.610
Rel Kereta Api (Railway Coverage) : 224.792
Bandar Udara yang tersedia (Serviceable Airports) : 13.513
Anggaran Pertahanan (Defense Budget) : $612.500.000
Utang Luar Negeri (External Debt) : $15.930.000.000.000
Cadangan Devisa dan Emas (Reserves of Foreign Exchange and Gold) : $150.200.000.000
Keseimbangan Daya Beli (Purchasing Power Parity) : $15.940.000.000.000
Luas Daerah (Square Land Area) : 9.826.675 km^2
Garis Pantai (Coastline) : 19.924 km^2
Perbatasan (Shared Borders) : 12.034 km^2
Perairan (Waterways) : 41.009 km^2
Sumber (Source) : http://www.globalfirepower.com
Membangun Indonesia
Minggu, 01 Februari 2015
Sabtu, 31 Januari 2015
Achmed Soekarno
Sukarno, also spelled Soekarno (born June 6, 1901, Surabaja [now
Surabaya], Java, Dutch East Indies—died June 21, 1970, Jakarta, Indonesia),
leader of the Indonesian independence movement and Indonesia’s first president
(1949–66), who suppressed the country’s original parliamentary system in favour
of an authoritarian “Guided Democracy” and who attempted to balance the
Communists against the army leaders. He was deposed in 1966 by the army under
Suharto.
Sukarno was
the only son of a poor Javanese
schoolteacher, Raden Sukemi Sosrodihardjo, and his Balinese wife, Ida Njoman
Rai. Originally named Kusnasosro, he was given a new and, it was hoped, more
auspicious name, Sukarno, after a series of illnesses. Known to his childhood
playmates as Djago (Cock, Champion) for his looks, spirits, and prowess, he was
as an adult best known as Bung Karno (bung,
“brother” or “comrade”), the revolutionary hero and architect of merdeka (“independence”).
The nation
was shocked and shaken out of its trance by an abortive coup on September 30,
1965. A clique of military conspirators calling itself the September 30th
Movement kidnapped and killed six top army generals, seized a few key urban
points, and proclaimed a new revolutionary regime. General Suharto, the
commander of the Jakarta garrison, swiftly reversed the coup.
Suharto and
the military generally believed the Indonesian Communist Party (Partai Komunis
Indonesia; PKI)—which to some measure had been supported and protected by
Sukarno—to be behind the attempted coup. The PKI, by contrast, understood the
plot to be entirely a military matter. There ensued an oblique contest for
power between Suharto and Sukarno, during which thousands of communists and
alleged communists were slaughtered by the military; estimates of the number of
people killed during the purge range from 80,000 to more than 1,000,000. As the
country recoiled in horror, activist youths demanded the political demise of
Sukarno, the Sukarnoists, and Sukarnoism and the total reform and
reorganization of the state. On March 11, 1966, Sukarno was obliged to delegate
wide powers to Suharto, who subsequently became acting president (March 1967)
and then president (March 1968), as Sukarno sank into disgrace and dotage.
List of Prime Minister of Indonesia (Orde Lama)
1.Sultan Sjahrir (November 1945 - June 1947) [PKI]
2.Amir Sjarifoeddin/Amir Sjarifuddin (3 July 1947 - 29 January 1948) [PKI]
3.Moh. Hatta (29 January 1948 - 5 September 1950) [PNI]
----> Acting Prime Minister, Susanto Tirtoprodjo (20 September 1949 - 16 January 1950)
4.Abdul Halim (16 January 1950 - 5 September 1950
5.Mohammad Natsir (5 September 1950 - 26 April 1951) [Masyumi]
6.Soekiman Wirjosandjojo (27 April 1951 - 3 April 1952) [Masyumi]
7.Wilopo ( 1 April 1952 - 30 July 1953) [PNI]
8.Ali Satroamidjojo ( 30 July 1953 - 11 August 1955) [PNI]
9.Burhanuddin Harahap (11 August 1955 - 20 March 1956) [Masyumi]
10.Ali Sastroamidjojo ( 20 March 1956 - 9 April 1957 ) [PNI]
11.Djunda Kartawidjaja ( 9 April 1957 - 9 July 1959 ) [PNI]
NB:
[Party]
Soekarno
Soekarno (EYD, Sukarno, Koesno Sosrodiharjo, Achmed Soekarno) lahir di Surabaya, Jawa, Hindia Belanda pada tanggal 6 Juni 1901. Sukarno adalah pemimpin pergerakan kemerdekaan Indonesia, dan merupakan Presiden Indonesia yang pertama. Masa kekuasaanya berlangsung sejak tanggal 18 Agustus 1945 - 20 Februari 1967. Masa pemerintahanya ini sering juga disebut Orde Lama. Sukarno juga memperkenalkan Sistem Demokrasi Terpimpin di Indonesia.
Sukarno menjabat Presiden sejak putusan PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 bersama dengan Moh. Hatta. Berbeda dengan Sistem Pemerintahan sekarang, pada masa pemerintahan Sukarno dia tetap menunjuk seorang Perdana Menteri. Berikut adalah Perdana menteri pada masa Sukarno :
1.Sultan Sjahrir (November 1945 - Juni 1947) [PKI]
2.Amir Sjarifoeddin/Amir Sjarifuddin (3 Juli 1947 - 29 Januari 1948) [PKI]
3.Moh. Hatta (29 Januari 1948 - 5 September 1950) [PNI]
----> Perdana Menteri Sementara, Susanto Tirtoprodjo (20 September 1949 - 16 Januari 1950)
4.Abdul Halim (16 Januari 1950 - 5 September 1950
5.Mohammad Natsir (5 September 1950 - 26 April 1951) [Masyumi]
6.Soekiman Wirjosandjojo (27 April 1951 - 3 April 1952) [Masyumi]
7.Wilopo ( 1 April 1952 - 30 Juli 1953) [PNI]
8.Ali Satroamidjojo ( 30 Juli 1953 - 11 Agustus 1955) [PNI]
9.Burhanuddin Harahap (11 Agustus 1955 - 20 Maret 1956) [Masyumi]
10.Ali Sastroamidjojo ( 20 Maret 1956 - 9 April 1957 ) [PNI]
11.Djunda Kartawidjaja ( 9 April 1957 - 9 Juli 1959 ) [PNI]
[Partai]
Kejatuhan Soekarno berawal dari Pembunuhan 6 Jendral TNI Angkatan Darat oleh PKI yang dikenal dengan sebutan G30S/PKI. Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dan Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI) kemudian mengadakan demonstrasi dan menyampaikan Tritura (Tri Tuntutan Rakyat) sebagai berikut :
1.Bubarkan PKI dan Ormas-ormasnya
2.Perombakkan Kabinet Dwikora
3.Turunkan Harga Sembako
Meskipun begitu Presiden bersihkeras untuk tidak membubar kan PKI karena bertentangan dengan ide Nasakom (Nasionalis,Agama,Komunis). Puncaknya ketika Presiden memberikan Supersemar (Surat perintah sebelas maret) kepada Letjend. Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu untuk menjaga keamanan dan keselamatan Presiden. Surat tersebut kemudian digunakan oleh Soeharto yang saat itu sudah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. Kemudian MPRS memberi jaminan kepada Soeharto untuk menjadi Presiden sewaktu-waktu jika Presiden berhalangan. Akhirnya pada tanggal 20 Februari 1967 Presiden Soekarno menandatangani surat yang menyatakan penyerahan kekuasaan kepada Mayjend. Soeharto di Istana Merdeka. Ini yang mengakhiri Orde Lama dan awal dari Orde Baru.
Kelebihan Soekarno
+ Tegas dan Pandai dalam berpidato
+ Memiliki Karisma yang tinggi
+ Memiliki Istri yang banyak
+ Tidak takut terhadap bangsa lain
Kekurangan Soekarno
- Tidak pandai mengatur keuangan (sehingga dibantu oleh 10 Perdana Menteri)
- Ide Nasakom-nya (dikhianati oleh komunis)
Sukarno menjabat Presiden sejak putusan PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 bersama dengan Moh. Hatta. Berbeda dengan Sistem Pemerintahan sekarang, pada masa pemerintahan Sukarno dia tetap menunjuk seorang Perdana Menteri. Berikut adalah Perdana menteri pada masa Sukarno :
1.Sultan Sjahrir (November 1945 - Juni 1947) [PKI]
2.Amir Sjarifoeddin/Amir Sjarifuddin (3 Juli 1947 - 29 Januari 1948) [PKI]
3.Moh. Hatta (29 Januari 1948 - 5 September 1950) [PNI]
----> Perdana Menteri Sementara, Susanto Tirtoprodjo (20 September 1949 - 16 Januari 1950)
4.Abdul Halim (16 Januari 1950 - 5 September 1950
5.Mohammad Natsir (5 September 1950 - 26 April 1951) [Masyumi]
6.Soekiman Wirjosandjojo (27 April 1951 - 3 April 1952) [Masyumi]
7.Wilopo ( 1 April 1952 - 30 Juli 1953) [PNI]
8.Ali Satroamidjojo ( 30 Juli 1953 - 11 Agustus 1955) [PNI]
9.Burhanuddin Harahap (11 Agustus 1955 - 20 Maret 1956) [Masyumi]
10.Ali Sastroamidjojo ( 20 Maret 1956 - 9 April 1957 ) [PNI]
11.Djunda Kartawidjaja ( 9 April 1957 - 9 Juli 1959 ) [PNI]
[Partai]
Kejatuhan Soekarno berawal dari Pembunuhan 6 Jendral TNI Angkatan Darat oleh PKI yang dikenal dengan sebutan G30S/PKI. Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dan Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI) kemudian mengadakan demonstrasi dan menyampaikan Tritura (Tri Tuntutan Rakyat) sebagai berikut :
1.Bubarkan PKI dan Ormas-ormasnya
2.Perombakkan Kabinet Dwikora
3.Turunkan Harga Sembako
Meskipun begitu Presiden bersihkeras untuk tidak membubar kan PKI karena bertentangan dengan ide Nasakom (Nasionalis,Agama,Komunis). Puncaknya ketika Presiden memberikan Supersemar (Surat perintah sebelas maret) kepada Letjend. Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu untuk menjaga keamanan dan keselamatan Presiden. Surat tersebut kemudian digunakan oleh Soeharto yang saat itu sudah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. Kemudian MPRS memberi jaminan kepada Soeharto untuk menjadi Presiden sewaktu-waktu jika Presiden berhalangan. Akhirnya pada tanggal 20 Februari 1967 Presiden Soekarno menandatangani surat yang menyatakan penyerahan kekuasaan kepada Mayjend. Soeharto di Istana Merdeka. Ini yang mengakhiri Orde Lama dan awal dari Orde Baru.
Kelebihan Soekarno
+ Tegas dan Pandai dalam berpidato
+ Memiliki Karisma yang tinggi
+ Memiliki Istri yang banyak
+ Tidak takut terhadap bangsa lain
Kekurangan Soekarno
- Tidak pandai mengatur keuangan (sehingga dibantu oleh 10 Perdana Menteri)
- Ide Nasakom-nya (dikhianati oleh komunis)
Organisasi Kerjasama Islam
Organisasi Kerjasama Islam biasa disebut Organisasi Konfrensi Islam (OKI) adalah Organisasi yang beranggotakan negara-negara Islam. Dibentuk pada tanggal 12 Rajab 1389 (25 September 1969) di Rabat, Maroko. OKI dibentuk sebagai reaksi pembakaran terhadap Masjid Al-Aqsha. Warga Palestina menuduh pembakaran ini dilakukan oleh Israel, sedangkan Israel menuduh Fatah (Partai yang berkuasa di Palestina saat itu) yang melakukannya agar dapat menyalahkan Israel. Namun, kemudian terbukti pembakarnya adalah turis dari Australia yang bernama Denis Michael Rohan yang merupakan anggota sekte evangelis kristen Worlwide Church of God. Ia berharap dapat mempercepat kedatangan kedua yesus dengan cara mempermudah dibangunan bait suci yahudi tepat di bawah Masjid Al-Aqsha.
Berikut
Berikut
Negara anggota | Bergabung | Catatan |
---|---|---|
1969 | Diskors 1980 - Maret 1989 | |
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | Diskors Mei 1979 - Maret 1984 | |
1969 | ||
1969 | Menghalangi keanggotaan India | |
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | ||
1969 | Sejak 1990 sebagai Republik Yaman bergabung dengan Republik Rakyat Demokratik Yaman | |
1969 | ||
1970 | ||
1970 | ||
1970 | ||
1970 | ||
1970 | ||
1972 | ||
1974 | ||
1974 | ||
1974 | ||
1974 | ||
1974 | ||
1975 | ||
1975 | ||
1976 | ||
1976 | ||
1976 | ||
1978 | ||
1982 | ||
1984 | ||
1986 | ||
1991 | ||
1992 | ||
1992 | ||
1992 | ||
1992 | ||
1994 | ||
1995 | ||
1995 | ||
1996 | ||
1997 | ||
1998 | ||
2001 |
Langganan:
Postingan (Atom)